Puisi buat Muhammad Adib



MAAFKAN KAMI ADIB

oleh: Cikgu Azmi Hamid
Presiden Teras Pengupayaan Melayu (Teras)
Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM)
18 hb Disember 2018
Shah Alam, Selangor

Adib,
Namamu tak pernah disebut-sebut,
Hanya ayah, ibu, saudara dan tunangmu yang menyambut,
Tiap kali enkau pulang setelah bertugas, tunangmu mungkin terasa ingin mengikut,
Berjanji satu hari nanti kamu bersamanya akan hidup sehingga tibanya maut,

Adib,
Kamu tidak sesekali menyangka,
Terperangkap dalam sengketa,
Yang kamu tahu hanya menyahut panggilan untuk bertugas tanpa bertanya,
Apakah tugas biasa ataukah merbahaya,

Adib,
Seluruh negara, tiba-tiba tersentak mendengar berita,
Engkau bergelut untuk menyelamatkan nyawa,
Rupanya bila manusia hilang timbang rasa,
Engkau pula yang menjadi mangsa,

Adib,
Negara ini telah ditatang untuk anak muda seperti kamu,
Agar diwarisi sehingga ke anak cucu,
Yang berlain kaum, agama dan hidup berukun damai, itulah pesan ibu,
Jangan sekali-kali engkau sia-siakan tanah air ini milik bangsamu,

Adib,
Air mata kami mengalir mengenangkan derita yang kamu lalui,
Kenapa nyawamu tidak dihargai,
Bukankah kita berjanji hidup bersama ditanah pertiwi ini,
Bumi bertuah tempat lahirmu menjadi saksi,

Adib,
Kamu hanyalah seorang warga yang mahu hidup biasa,
Negara yang makmur ingin dinikmati bersama,
Tidak ada yang harus berprasangka dan mencuriga,
Si Mamat, si Ah Chong , si Ramasami , bukankah rakan kita belaka,

Adib,
Engkau dipaksa membayar harga dari sebuah pertelingkahan,
Mereka tidak kisah untuk apa harus berbunuhan,
Peduli apa kepada negara dan warga yang akan berberontakan,
Asal puas mendapat upah yang hanya seratus dua yang memalukan,

Adib,
Kami semua bersalah dari sebuah kealpaan,
Saling mencuriga dan tidak mahu bermaafan,
Lalu engkau berada ditengah-tengah persengketaan,
Inilah natijah dari keegoaan yang tidak kenal sempadan

Adib,
Aku terkelu dan sukar mencari kata-kata,
Berita pemergianmu, tidak disangka,
Aku maseh mengharap, engkau boleh berbicara,
Mengkisahkan pesan kepada anak cucu kita,
Jangan berulang lagi babak yang meluka,
Negara ini bakal kita wariskan kepada seluruh anak bangsa,

Adib,
Damailah kamu dipusara , yang akan tercatat dalam sejarah,
Aku mengharap seluruh warga turut mengambil ibrah,
Bahawa Tuhan berpesan, hiduplah dengan pasrah,
Dalam rasa keinsanan dibina ukhuwwah,
Kami berazam tidak akan mengulangi permusuhan yang membawa belah,
Sesungguhnya negara ini terlalu mahal dan terlalu indah untuk dibiar punah.


Reactions:

Post a Comment

[blogger]

1Mediaonline

{facebook#facebook.com/1mediaonline} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google-plus#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget