NOTIS:

Belum ada lagi....

Merokok di Mekkah

0


Mekkah (MCH)--Seorang jamaah dari Turki menyapa kami di radius 200 meter dari Masjidil Haram, Jumat (5/11) selepas Subuh. Cuma satu yang ia katakan: Minta rokok. Salah satu dari kami yang sedang merokok pun segera mengulurkan bungkus rokoknya, memberikannya satu batang dan membantu menyalakan rokoknya. Tak ada hak bagi kami merokok dekat Masjidil Haram. Poster antirokok dipasang di beberapa lokasi di sekitar Masjidil Haram. Radius lima kilometer dari Masjidil Haram adalah kawasan bebas rokok. Menjual rokok di kawasan ini pun dilarng. Program ini mulai diintensifkan tahun ini. Tapi, ada yang secara diam-diam di pelataran masjid pun mereka menyalakan rokoknya. "Kami memerlukan kerja sama dari jamaah untuk membuat dua Kota Suci menjadi terendah sebagai pengonsumsi tembakau di dunia," kata dr Sameer Al-Sabban, direktur eksekutif Kampanye Anti-Merokok di Makkah, seperti dikutip "arabnews" awal November ini. Karena larangan itu, mencari rokok di Makkah bukan pekerjaan yang mudah. Setiap penjaga toko yang dijumpai, selalu menggeleng kepala jika ditanya soal rokok. Sebelum tahu lokasi tempat rokok dijual, setengah jam keliling Makkah belum tentu mendapatkan rokok. Suatu malam, kami bahkan harus masuk ke pekampungan kumuh di Makkah yang dihuni banyak orang Indonesia. Ketemulah rokok di sana. Setiap bertemu jamaah yang baru datang dari Indonesia, tak lupa kami menanyakan soal rokok. Lalu berbagi kebahagiaan jika ada juga yang membawa rokok. Tapi, ada juga jamaah yang jutsru meminta kepada kami. "Kami nggak bisa bawa. Semua dibuang sewaktu masih di asrama, karena dibilang tak boleh membawa rokok," kata seorang jamaah. Saya bukan perokok, tapi teman-teman saya selama di Makkah, sebagian besar perokok. Dari 10 orang, hanya dua orang yng tak merokok. Sebelum berangkat, mereka bertekad bisa berhenti merokok di Tanah Suci. Tapi, rupanya itu susah mereka lakukan. "Kalau mulut sudah kecut, rokok apa pun diisap, sekadar untuk menghilangkan rasa kecut karena sudah lama tak merokok itu," ujar seorang teman yang perokok. Bagi Al-Sabban, Makkah adalah tempat yang ideal untuk berhenti merokok. Setiap tahunnya, satu juta dari lima juta orang yang meninggal karena merokok, adalah Muslim. "Hal ini terutama karena gaya hidup mewah mereka dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok," kata Al-Sabban. Bagi orang-orang yang menyadari efek buruk rokok, kata Al-Sabban, haji adalah kesempatan yang ideal untuk berhenti merokok. Di Arab Saudi, diperkirakan ada 35-40 persen usia di atas 15 tahun telah menjadi perokok. Dari jumlah pelajar laki-laki berusia 13-15 tahun, sekitar 24 persen adalah perokok. Untuk pelajar perempuan, diperkirakan ada delapan persen yang merokok. Lebih dari 15 milar batang rokok dibakar setiap tahun di Arab Saudi. Nilainya mencapai 168 juta dolar Amerika Serikat. Jumlah itu membuat Arab Saudi sebagai negara pengonsumsi rokok terbesar keempat di dunia. Maka, sejak 2005, Kerajaan Arab Saudi telah bergabung dalam perjanjian antitembakau. Billboard dan poster anti-merokok berikut informasi mengenai klinik anti-merokok dan fatwa larangan merokok dipasang di berbagai tempat. Bus jamaah pun ditempeli informasi itu. Sebuah sekolah yang sempat kami kunjungi รข€“saya dan satu teman yang juga bukan perokok-- juga memajang poster bahaya rokok di dinding sekolahnya. Seorang guru lantas menunjukkan kepada ki poster itu dan mengatakan betapa bahayanya tembakau. Saya yakin ia menunjukkan hal itu kepada kami karena kami dari Indonesia. Mereka tahu, orang-orang Indonesia adalah perokok. Jamaah Indonesia yang banyak merokok, mewakili anggapan itu. Dengan lugas langsung kami katakan, kami berdua bukan perokok, sehingga guru itu langsung mengalihkan perhatian kami dari poster itu. Kementerian Kesehatan pun menyediakan enam klinik antimerokok untuk membantu para jamaah. Klinik-klinik itu memberikan layanan gratis, bagi laki-laki dan prempuan perokok. Ini juga bagian dari kampanye antirokok. Sebuah tim pramuka dan petugas kesehatan telah ditugaskan di Masjidil Haram untuk membantu meningkatkan kesadaran tentang bahaya tembakau. Di jamarat pun, mereka mendapat tugs serupa. "Sayang, perokok berkumpul di sisi belakang Masjid Agung untuk merokok, karena itu berbahaya bagi lingkungan seluruh Kota Suci," ujar Al-Sabban. Masuk ke Masjidil Haram, rokok di dalam tas pun diperiksa. Seorang teman ketahuan di dalam atasnya ada sebungkus rokok. Karena tidak sedang diisap, ya tak masalah rokok itu tetap dibawa. (priyantono oemar/mch mekkah)



Sumber | Kemenag.go.id





............oo000oo...........
PENAFIAN
  1 Media.my mengamalkan dan percaya kepada hak kebebasan bersuara selagi hak tersebut tidak disalahguna untuk memperkatakan perkara-perkara yang bertentangan dengan kebenaran, Perlembagaan Persekutuan dan Undang-Undang Negeri dan Negara. Komen dan pandangan yang diberikan adalah pandangan peribadi dan tidak semestinya melambangkan pendirian 1Media.my berkenaan mana-mana isu yang berbangkit.
                         ...oo...

No comments

Post a Comment

© all rights reserved
made with by templateszoo