Mengingati Allah Hanya Ketika Susah

Oleh : Dr. Ahmad Sanusi Azmi

1. Allah menempelak sikap sebahagian manusia yang lupa dengan janji mereka. Ketika ditimpa kesusahan, bersungguh mereka berdoa agar Allah membantu mereka. Setelah diberikan kesenangan, mereka melupakan Allah, bahkan menyekutukan Allah dengan yang lain. Firman Allah:

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ

“Apabila manusia ditimpa kesusahan, dia berdoa kepada Allah, memohon bantuan dan bertaubat kepadanya, (namun) apabila dihilangkan dari mereka kesusahan tersebut diberikan kepada mereka nikmat, dia lupa apa yang pernah diucapkan dalam doa mereka sebelum itu.” (al-Zumar:8)

2. Malah Allah perincikan lagi sifat manusia yang melupakan Allah setelah diberikan kesenangan. Ketika ditimpa kesusahan, mereka memohon agar Allah memberikan mereka kekayaan dan kesenangan. Namun, apabila diberikan kesenangan, mereka berubah menjadi kedekut untuk menyumbang. Firman Allah:

إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا(19)إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا(20)وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

“Sesungguhnya manusia itu dijadikan bertabiat resah gelisah. Apabila ia ditimpa kesusahan, dia sangat resah gelisah; Dan apabila ia beroleh kesenangan, ia sangat bakhil kedekut.”

3. Sehingga apabila tiba saat kematian, mereka menyesal lalu mereka memohon kepada Allah agar diberikan satu lagi peluang untuk bersedekah dan berbuat baik. Lalu semuanya telah terlambat. Firman Allah:

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

“Sehinggalah apabila datang kematian kepada mereka, mereka berkata: Wahai Tuhanku kembalikan aku ke dunia supaya aku boleh melakukan amal soleh yang aku tinggalkan.”

Semoga Allah membimbing kita.

Sumber FB Dr Ahmad Sanusi




Share What You Think About This Post!
Share What You Think About This Post!

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post