Ayah Cik mulakan kuliah, persis seorang ayah yang mahu anak-anaknya faham.
“Dulu pernah kita berdialog dengan pemimpin DAP, bincang tentang hukum Islam, tentang hudud.”
Ada seorang wakil mereka bangun bertanya, dia seorang Kristian. Dia kata, “Kami orang Kristian anggap Tuhan itu ayah, tak munasabah seorang ayah sanggup potong tangan anaknya sendiri.”
Kemudian Ayah Cik jawab sambil senyum menampakkan barisan gigi yang putih.
“Dalam Islam kita tak anggap Tuhan itu ayah. Allah itu lebih tinggi dari itu.”
Kami menanti sambungan cerita:
“Kalau ayah sayang anak, Allah lebih sayang dari itu. Kalau ibu peluk anak dengan penuh kasih, kasih Allah jauh lebih luas.”
Ayah Cik sambung,
“Seorang ayah bila penat, dia tidur. Bila letih, dia rehat. Tapi Allah.”
Ayah Cik baca ayat,
ŁَŲ§ ŲŖَŲ£ْŲ®ُŲ°ُŁُ Ų³ِŁَŲ©ٌ ŁَŁَŲ§ ŁَŁْŁ
ٌ
“Dia tidak mengantuk dan tidak tidur.”
Nada suara Ayah Chik santai, tenang saat melontar hujah:
“Jadi bila Allah tetapkan hukum, jangan fikir itu zalim. Itu tanda kasih.”
Ayah Cik bawa satu contoh.
“Kalau ada orang kencing manis, sampai kaki dia busuk, rosak, doktor kata kena potong kaki.”
Orang semua angguk.
“Doktor itu zalim ke?”
“Orang tak kata doktor itu zalim.”
“Tak, doktor itu nak selamatkan nyawa.”
Ayah Cik teruskan,
“Macam tu juga pencuri, mencuri itu penyakit. Bila seorang mencuri, satu kampung tak tidur, satu bandar jadi resah.”
Satu orang buat jenayah, seribu orang tak lena tidur.
“Jadi untuk selamatkan masyarakat, Allah tetapkan hukuman. Itu bukan benci, itu rawatan.”
Ayah Cik terus sambung:
“Jangan salah faham, nak potong tangan pencuri bukan senang.”
Nada suara jadi tegas.
“Ada syarat, ketat. Sangat ketat.”
Ayah Cik sebut satu per satu.
Mesti cukup saksi.
Mesti cukup nilai barang.
Mesti tengok hubungan, anak curi harta ayah, tak dipotong.
Adik-beradik, tak dipotong.
Barang diletak tempat terdedah, juga tak dipotong.
“Banyak syarat, banyak tapisan.”
Ayah Cik pandang jemaah.
“Hudud bukan nak hukum ramai-ramai, hudud nak cegah.”
Kemudian Ayah Cik bagi gambaran yang buat orang tersenyum, untuk mudah faham:
“Kalau pencuri itu hanya masuk penjara. Dalam tu dia makan free, tidur free. Siap jumpa geng pencuri lain.”
Ada yang ketawa kecil.
“Dalam tu mereka buat mesyuarat agung, belajar teknik baru. Bila keluar naik pangkat jadi perompak pula.”
Ayah Cik geleng kepala.
“Yang susah anak isteri di luar. Rumah tangga rosak. Masyarakat lagi parah.”
Jemaah angguk, faham dengan analogi yang diucap:
“Jadi bila Allah turunkan hukum, itu bukan nak bagi orang jadi kudung tangan.”
Ayah Cik angkat jari:
“Kalau seribu pencuri, bukan seribu tangan dipotong.”
“Cukup seorang saja, yang lain akan rasa gerun, jadi takut nak mencuri.”
Itulah maksud cegahan.
ŁَŁَŲ§ŁًŲ§ Ł
ِّŁَ Ų§ŁŁَّŁِ
“Satu peringatan daripada Allah.”
Ayah Cik kaitkan juga hukuman dengan kehidupan selepas mati:
“Kalau seseorang itu sudah dihukum di dunia, dia datang kepada Allah nanti dalam keadaan bersih.”
Terlepas dari azab.
Diampunkan dosa.
Jika Allah izinkan.
Masuk syurga terus.
Itulah hikmah hukum Allah, dihukum di dunia akhirat takkan dihukum lagi.
Kita tengok hukum nampak keras, kalau kita faham. Di sebalik itu, ada kasih sayang yang sangat dalam.
Kasih sayang Tuhan yang lebih tahu bagaimana nak jaga manusia daripada manusia itu sendiri.
Alif Mahari
Indahnya Islam

Apakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak untuk membayar tagihan Anda, atau untuk keperluan lain? Apakah Anda pernah ditolak pinjaman sebelumnya dari lembaga keuangan atau di rumah? Maka ada kesempatan unik untuk mendapatkan pinjaman dari perusahaan kami, Trust Bridge Financial Service adalah pemberi pinjaman terpercaya dan sah yang memberikan pinjaman kepada individu dan badan usaha dengan suku bunga rendah 3%. Hubungi kami hari ini melalui (trustbridgefinancialservice943@yahoo.com) kami dapat membantu Anda dengan bantuan keuangan Anda.
ReplyDeleteSilakan isi formulir permohonan pinjaman, agar kami dapat segera memulai proses pinjaman Anda.
Kami menawarkan layanan berikut:
a) Pinjaman Pribadi, Pengembangan Bisnis,
b) Pendirian Bisnis, Pendidikan,
c) Konsolidasi Hutang, Pinjaman Perbaikan Rumah
d) Pinjaman Jaminan, Pinjaman Investasi,
e) Pinjaman Persiapan Natal
Kami menawarkan pinjaman dengan suku bunga rendah 3%.
a) Pinjaman Pribadi, Pengembangan Bisnis,
b) Pendirian Bisnis, Pendidikan,
c) Konsolidasi Hutang, Pinjaman Perbaikan Rumah
d) Pinjaman Jaminan, Pinjaman Investasi,
e) Pinjaman Persiapan Natal
Isi informasi di bawah ini untuk prosedur.
Nama Lengkap:
Alamat:
Negara:
Jumlah Pinjaman yang Dibutuhkan:
Jangka Waktu Pinjaman:
Tujuan Pinjaman:
Nomor Telepon:
Silakan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut melalui WhatsApp: +2349124847559.
Terima kasih
Manajemen
Trust Bridge Financial Service