Surat Qaradawi kepada DSAI ini PALSU?




Terjemahan oleh: Dato' Dr. Siddiq Fadzil
Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Maha Penyayang

PERSATUAN ULAMA MUSLIMIN SEDUNIA(International Union for Muslim Scholars)

Pejabat PresidenProf. Dr. Yusuf al-Qaradawiy2/9/1439H bersamaan 17/5/2018M
Yang mulia saudara Dato’ Seri Anwar Ibrahim, semoga dipelihara Allah.Al-salamu `alaykum warahmatu ‘Llahi wa barakatuh.

Dengan iringan do`a dan harapan semoga saudara dan rakyat Malaysia seluruhnya bahagia dan sejahtera dalam segala ranah kehidupan -- keagamaan dan keduniaan.
Saudara yang dikasihi, ujian adalah sunnah perjalanan hidup para nabi dan orang-orang soleh. Allah s.w.t. yang mengatakan begitu:

“Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benarberjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu.” (Muhammad: 31)

Nabi s.`a.w. juga pernah ditanya, “Manusia mana yang terberat ujiannya? Jawabnya: para anbiya’, lalu para solehin dan begitulah seterusnya mengikut martabat mereka. Seseorang itu diuji mengikut tahap kekuatan keagamaannya.”

Saudara Anwar, anda pernah diuji dengan kesenangan, anda tetap mantap dan istiqamah berjuang demi rakyat dan negara. Setelah itu saudara diuji pula dengan penderitaan, lalu anda tetap sabar dan tetap melawan, tidak pernah meninggalkan misi perjuangan dan tidak pernah hilang kepedulian terhadap segala yang berlaku. Saya do`akan agar Tuhan berkenan mengurniakan saudara ganjaran yang selayaknya bagi orang yang sabar dan bersyukur.


Pelbagai ujian telah banyak menimpa para pemikir, para da`i, ulama, ahli politik dan pejuang misi mulia, semuanya mempunyai hikmah sendiri-sendiri. Ada ujian yang bertujuan mengangkat darjat, ada yang bermaksud melipatgandakan nilai kebaikan, ada yang bermotif membuka ruang untuk merenung kembali perjalanan masa lalu dengan segala pahit dan manisnya, dan seterusnya ada pula yang membawa hikmah kesempatan menatap masa depan - semangat dan aspirasinya. Semuanya adalah ujian yang mengandungi hikmah kurnia rahmat, kasih, inayah dan riayah Tuhan Yang Maha Penyayang.

Demikianlah berlalunya kehidupan ini dengan segala pahit-manisnya: kegagalan dan kekecewaan, kesengsaraan dan pederitaan yang kemudian berganti dengan kejayaan dan kemenangan. Yang penting, manusia tidak boleh menjadi tawanan masa lalu, sibuk dengan permusuhan lama, menghabiskan tenaga tanpa faedah! Saudara yang dikasihi, sudah seharusnya kita membuka lembaran baru sejarah Malaysia yang gemilang, kita tutup lembaran sejarah masa lalu, maafkan mereka yang pernah menyakiti dan menzalimi, kita mara bersama dengan penuh tenaga ke arah usaha yang berguna dan kerja yang produktif.

“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasulnya dan orang-orang Mukmin …(Al-Tawbah: 105)

Saudara Anwar dengan izin Allah; sebagaimana yang telah ditetapkan dan ditunggu-tunggu, tidak lama lagi saudara akan memegang tampuk kepimpinan negara Malaysia. Kita semua yakin - dengan pertolongan Allah - saudara mampu menggalas tanggungjawab untuk mengemukakan sebuah model pentadbiran yang Islami, wasati, kontemporari dan realistik; sebuah model pentadbiran yang melihat secara saksama antara Islam dan realiti zaman. Kami amat mengharapkan agar nanti Malaysia akan mampu membentengi Islam, umatnya dan segala kepentingannya, terutama pada zaman kini ketika Dunia Arab dan Dunia Islam seluruhnya sedang kalut diamuk badai diterjang taufan.

Saudara Anwar, sesungguhnya negara Malaysia memang tertunggu-tunggu penampilan saudara. Rakyat Malaysia amat memerlukan pimpinan saudara. Dunia Arab dan Dunia Islam juga sangat menggantungkan harapan pada saudara terutama saat berada di persimpangan kritikal ketika ini. Memang, sesungguhnya umat Islam sedang menunggu kehadiran mereka yang memiliki pemikiran cemerlang, mereka yang memiliki hati nurani yang hidup dan mereka yang bersemangat waja. Tidak diragukan, saudara termasuk orang yang sedang ditunggu itu!. Saya berkeyakinan dengan limpah kurnia Allah; saudara memang menepati sangkaan baik mereka semua, dan kami juga mengira demikian. Tuhan sendirilah yang lebih tahu.
Labels:
Reactions:

Post a Comment

[blogger]

1Media.My

{facebook#facebook.com/1mediaonline} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google-plus#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget